Untitled

tumblr_mfwcur8i6G1r373n2o1_1280[1]

Menurut hemat penulis, Salah satu jenis foto yang paling enak diinterpretasikan adalah foto yang mengandung simbol agama. Mungkin karena latar sejarah agama yang begitu panjang, setua umur manusia itu sendiri sehingga ketika menginterpretasikan simbol-simbol tersebut rasanya mengalir saja seperti bercerita tentang sejarah.

Agama lahir bersama manusia. Entah itu pagan, samawi, terorganisir/terlembaga maupun tradisi.
Agama juga adalah konflik, benturan antar manusia, dan kita sebagai manusia cenderung suka cerita konflik walaupun seringkali tidak suka terlibat dalam konflik itu sendiri. Hanya sebagai pengamat saja.

Mari kita mulai bedah saja foto kali ini. Foto ini diambil oleh Andi Brata berjudul Untitled.

Ada orang berambut panjang, membawa salib yang kebetulan sepertinya adalah nisan penanda kuburan, poster kampanye seorang politisi, seorang berpeci, sarungan berjalan jauh, kumpulan ibu dan anak2, becak dll.
Dari sisi studium, kita dapat mengira-ngira peristiwa yang mungkin terekam dan tempat pengambilan gambar.
Sedikit curang, penulis sempat berdiskusi dengan sang fotografer sehingga penulis tahu selain dengan melihat elemen foto dan menyimpulkan/mengira2 bahwasanya foto tersebut diambil di Malang, pada saat prosesi pemakaman.

Itu tadi makna tersurat/denotatif dari foto dilihat dari elemen fotonya, lalu kita sampai ke apa makna tersirat/konotatifnya?

Orang berambut panjang, gondrong, membawa salib seolah-olah dia menggambarkan Jesus yang menggotong salib menuju bukit Golgota. Lalu penulis melihat poster kampanye pemilihan Walikota.
Apa yang terbaca? Ini adalah salah satu interpretasi dari sekian banyak:

Nasib politisi muda, idealis, di negeri ini seringkali nasibnya sama seperti sang Mesiah, sang juru selamat harapan rakyat akhirnya mati disalib secara ideologi. Alih-alih membawa perubahan di negerinya, politisi muda ini akhirnya menyerah oleh sistem bobrok korup dan kadang malah ikut jadi sistem yang korup.
Bedanya dengan Sang Mesiah, bukannya jadi inspirator dia jadi demotivator. Melihat sikapnya yang menyerah dengan sistem maka pengikutnya jadi semakin apatis.
Sebuah partai yang dulunya mengaku bersih misalnya, tapi akhirnya bertekuk lutut terhadap status quo.
Alih-alih menjadi motor penggerak perubahan yang signifikan dia malah ikut arus.
Alih2 jadi pendobrak dia jadi politisi kebanyakan negeri ini.

Itu satu interpretasi, interpretasi lain penulis dapat baca dari berlawanannya arah muka antara pembawa salib dengan seorang bapak berpeci,sarungan.
Seolah mereka menceritakan dua agama besar di dunia ini yg sejarah benturannya tertoreh di lembar peradaban, tidak terkecuali di negeri ini.
Mari lihat kasus GKI Yasmin, HKBP Philadelphia, Masjid Batuplat Kupang, Tragedi Ambon.
Orang berambut panjang membawa salib memalingkan muka, orang berpeci dan bersarung pergi menjauh, sepertinya mereka tidak ingin saling bersama, bertatap muka sama seperti tragedi yang terjadi di negeri ini. Salib nisan itu turut memperkuat matinya kerukunan dan saling memahami antar dua agama itu pada kejadian-kejadian itu. Semua merasa paling benar, semua memalingkan muka tidak ingin bertatap muka.

Untuk saat ini, dua interpretasi tersebut yang dapat penulis baca dari foto itu. Tentu masih banyak interpretasi lain yang dapat dibaca.
Akhir kata, foto adalah sejarah, masa lalu, maka mari kita berharap kedepannya hal-hal apa yang penulis baca dari foto diatas yang kebetulan adalah kabar-kabar negatif segera menjadi tinggal sejarah usang, untuk selamanya.

Advertisements

2 thoughts on “Untitled

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s